Kisah Pengusaha Sukses Dunia Yang Dulunya Anak Yatim Miskin

Banyak orang yang memberikan alasan kenapa tidak bisa sukses. Kurang modal usaha, banyak saingan, tidak ada mentor dan mungkin juga memberikan alasan seseorang bisa sukses mungkin karena bantuan orang tuanya yang kaya raya atau terkenal. Nah mental-mental seperti itulah yang membuat kita sulit untuk sukses. Banyak sekali orang yang sukses menjadi pengusaha dimulai dari nol bahkan dimulai dari kehidupan yang benar-benar melarat. Mau contoh? Di bawah ini ada sebuah kisah pengusaha sukses di dunia yang dulu dia adalah seorang anak yatim miskin dan kehidupannya benar-benar sengsara. Tetapi karena tekad dan perjuangannya dia berhasil menjadi pengusaha sukses. Yuk kita simak saja kisah hidupnya di bawah ini.

Kisah Pengusaha Sukses Dunia Yang Dulunya Anak Yatim Miskin

Oya sebentar sebagai bekal hidup saja. Janganlah jadi orang yang mudah menyerah menerima kenyataan tanpa mau berusaha untuk mengubah kenyataan itu. Karena hal tersebut akanmenjadi kesalahan besar dalam hidup Anda. Menjadi sukses dan berhasil dalam bidang apapun adalah sebuah pilihan yang bisa Anda dapatkan jika memang Anda mau mengubahnya menjadi kenyataan.

Apapun nasib anda, latar belakang Anda, keluarga dan pendidikan Anda, sebuah tekat yang kuat dan keyakinan yang tinggi pasti bisa mengantarkan Anda dalam kesuksesan. Kesuksesan berbisnis adalah miliki ia yang yakin dan tak pernah menyerah pada keadaan bagaimana pun. Oke inilah kisah hidup Leonardo Del Vecchio, Anak Yatim miskin yang berhasil menjadi pengusaha sukses.

Kisah Perjalanan Hidup Leonardo Del Vecchio

Leonardo termasuk salah satu pebisnis tersukses di dunia. Merek kacamata terkenal dari Italia, Luxottica, sebuah merek kacamata tersohor di dunia itu adalah milik Leonardo Del Veccio.

Leonardo berasal dari keluarga yang tidak kaya. Ayah Leonardo meninggal beberapa bulan sebelum kelahirannya. Leonardo hanya tinggal berdua dengan ibunya pada sebuah gubuk jelek di pinggir kota.

Bahkan saking miskinnya, sang ibu tidak mampu menghidupi yang kemudian terpaksa menitipkan Leonardo ke sebuah panti asuhan. Pada usia tujuh tahun Leonardo diasuh oleh seorang biarawati di panti tersebut. Baru kemudian pada usia 14 tahun, Leonardo mulai bekerja untuk menopang ekonomi keluarganya.

Leonardo bekerja sebagai seorang trainer pada sebuah produsen peralatan di Milan. Di tempat kerjanya tersebut, Leonardo tidak hanya bekerja pada siang hari.

Namun ketika malam tiba setelah seharian bekerja, ia banyak belajar desain–desain alat industrial. Sejak saat itulah Leonardo tertarik untuk menangani bingkai kacamata.

Tak lama setelah itu, Leonardo pun memutuskan untuk pindah ke Agoda yang merupakan pusat industri kacamata. Di situ ia mulai menimba dan mengumpulkan banyak ilmu mengenai kacamata selama enam tahun. Kemudian dengan modal ilmu yang ia dapatkan selama enam tahun tersebut ia mulai fokus untuk berdiri sendiri dalam bisnis kacamata.
Baca Juga : Kisah Sukses Ratna Pengrajin Botol Bekas
Perlahan namun pasti, Luxottica semakin besar dan melakukan ekspansi bisnis bidang kacamata yang luar biasa. Kesuksesan Leonardo del Vecchio dalam memimpin perusahaan membuat perbesaran lapangan semakin luas. Secara bertahap, Luxottica berhasil mengakuisisi beberapa merek Italia terkenal. Lens Crafter, Porsol, Vogue, berhasil diambil alih olehnya. Bahkan tidak hanya di Italia saja, merek yang sangat terkenal asal Amerika Ray-Ban pun juga turut dicaplok.

Kini, Luxottica memiliki lebih dari 6.000 toko ritel yang berada di seluruh dunia. Perusahaan yang dirintis dari seorang anak yatim yang miskin ini sekarang menjelma menjadi produsen kacamata terbesar di dunia.
Baca Juga : Kisah Sukses Milyuner Kripik Rumput Laut Dari Thailand
Demikianlah kisah perjalanan hidup Leonardo Del Vecchio seorang anak yatim miskin yang kemudian bisa bangkit dari kisah masa lalunya sebagai keluarga miskin. Berjuang tanpa menyerah sampai mencapai kesuksesan. Memang latar belakang yang pahit bisa menjadi motivasi yang kuat untuk menjadi orang sukses.

Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat bagi sahabat pembaca prospek bisnis. Jika dirasa bermanfaat silahkan share dan bagikan tulisan ini kepada sahabat, relasi, kerabat dan saudara.
Semoga bermanfaat.

Sumber : finance.detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel