Loading...

Prospek Bisnis Usaha Digital Printing Spanduk Banner Dan Analisa BEP

Memulai bisnis digital printing pada saat masa sekarang adalah pilihan yang tepat. Kecanggihan teknologi pada digital printing menjadi daya jual untuk menekuni bisnis ini. Bagi anda yang tertarik dengan prospek bisnis usaha digital printing spanduk banner dan analiasa BEP nya bisa menyimak artikel berikut ini. Sebagai catatan beberapa jenis alat cetak offset, poster, hingga pencetakan pada media akrilik dapat dilakukan saat ini. Konsumenya pun beragam, dari individu hingga perusahaan besar yang membutuhkan jasa ini. Tidak seperti msin cetak lama, pengerjaan dengan menggunakan digital printing lebih efektif, cepat, dan tepat.

Prospek Bisnis Usaha Digital Printing Spanduk Banner Dan Analisa BEP

Usaha digital Printing sebenarnya repelika dari usaha percetakan yang bermodal printer warna saja, namun bisa mencetak dalam ukurang yang besar sampai tak terhingga.
Sepengetahuan saya, karena seringnya berkunjung ketempat tersebut untuk mencetak spanduk, standing baner dan baleho hal – hal yang perlu disiapkan untuk memulai usaha tersebut antara lain.
  • Tempat yang luas lebih bagus ruko 2 lantai, lantai dasar untuk pencetakan dan lantai atas untuk finishing dan memiliki daya listrik minimal 2200 Watt.
  • Alat Digital Printernya, produk jepang lebih unggul dari segi kualitas dan ketahanan alat harga kisaran 150 juta.
  • Ups berdaya besar dan juga Genset Portable.
  • Minimal ada 2 set komputer, satu untuk operator Digital Printing dan satunya untuk mendesain atau mengolah file dari pelanggan.
  • Minimal ada 6 pekerja saat mesin beroperasi, 2 orang operator printer, 2 orang finishing cetakan, 1 orang bertugas sebagai administrasi dan 1 orang desainer yang mengolah file pelanggan atau mendesainkan permintaan konsumen.
  • Membeli bahan dasar baner berbagai ukuran ada yang lebar 2 m dan 3 m serta bahan untuk stiker.
  • Serta alat pendukung seperti pembuat finishing mata ayam dan lem bahan banner.
HAMBATAN BISNIS
  • Timbulnya persaingan yang ketat dengan para pengusaha bisnis sejenis.
  • Kenaikan harga bahan baku.
STRATEGI BISNIS
  • Memberikan diskon khusus bagi pra konsumen lewat fasilitas kartu keanggotaan (membership card) yang dapat di pergunakan sepanjang tahun dengan iuran yang terjangkau.
  • Beriklan di media cetak, elektronik, dan online.
  • Tidak membatasi pesanan meskipun hanya satu buah.
  • Memberikan suvenir atau hadiah untuk pesanan dengan target tertentu sebagai apresiasi untuk konsumen.
ANALISIS BEP DIGITAL PRINTING
a. Investasi Awal (Ia)
1) Sewa tempat/tahun Rp 12.000.000,00 (relatif)
2) Komputer @Rp 3.500.000,00 2 unit Rp 7.000.000,00
3) Furnitur:
  • Meja 4 bh Rp 1.500.000,00
  • Kursi @Rp 50.000,00 4 bh Rp 150.000,00
  • Rak 2 bh Rp 1.000.000,00
4) Printer khusus 2 bh Rp 3.000.000,00
5) Mesin print digital 1 unit Rp 100.000.000,00
6) Persediaan tinta Rp 2.000.000,00
7) Billboard/neon box 1 unit Rp 800.000,00
8) Renovasi Rp 5.000.000,00
9) Biaya cadangan Rp 14.000.000,00
Total Investasi Awal (Ia) Rp 146.450.000,00

b. Biaya Operasional (Bo)
1) BElanja bahan baku:
  • Kertas Rp 2.500.000,00
  • Tinta Rp 2.000.000,00
  • Akrilik Rp 1.500.000,00
2) Peralatan ATK Rp 100.000,00
3) Gaji karyawan 2 orang Rp 3.000.000,00
4) Komunikasi Rp 250.000,00
5) Transportasi Rp 500.000,00
6) Listrik dan air Rp 600.000,00
7) Promosi:
  • Website Rp 1.000.000,00
  • Brosur Rp 300.000,00
  • Kartu nama Rp 50.000,00
8) Biaya penyusutan peralatan 5 th Rp 1.875.833,33
9) Biaya lain-lain Rp 250.000,00
Total biaya operasional (Bo) Rp 13.925.833,33

c. Analisis BEP (Break Even Point)
1) Omzet rata-rata per bulan (O) 2.400 print Rp 36.000.000,00
2) Total biaya operasional/bln (Bo) Rp 13.925.833,33
3) Laba/bln (Lb = O – Bo) Rp 22.074.166,67

BEP = Ia/Lb = 6,63 bulan
Baca Juga : Peluang Bisnis Studio Photo Digital Modal Kecil Untung Maksimal
Asumsi
  • Harga satuan digital printing adalah Rp 15.000,00.
  • Target penjualan per hari 80 buah sehingga total print dalam 1 bulan (30 hari) sebanyak 2.400 buah.
  • Masa manfaat aset peralatan adalah 5 tahun (60 bulan), beban penyusutan per bulan jika nilai residu Rp100.000,00 adalah sebesar (Rp112.650.000,00 – Rp100.000,00)/60 bulan =
  • Rp 1.875.833,33 per bulan.
  • Analisa ini dilakukan pada tahun 2017 maka patokan harga bahan baku, profit dll bisa berubah saat ini.
Demikianlah ulasan mengenai prospek bisnis usaha digital printing yang cukup menjanjikan keuntungan yang besar bagi pelaku bisnis. memang bisnmis ini memerlukan modal yang cukup besar. Sebagai catatan di tahun 2018 dan seterusnya bisa jadi banyak mnilai modal yang membengkak semisal biaya kontrak tempat usaha, mesin cetak digital dan lain halnya. Silahkan survey ulang untuk memastikan modal real di saat ini karena uraian ini hanya sebagai gambaran saja dengan melihat hasil survey usaha di tahun 2017.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel